Sekilas Harapan dari Garuda Merapi

oleh: Panji G. Akbar (Z)

Hari yang cukup cerah pada hari minggu, 14 Juni 2009. Saat itu, saya dan sepupu saya, Izul, sedang bersiap-siap untuk kembali mendaki bukit untuk melihat sang elang di sarangnya. Tepat waktu, Mas Wawan, Mas Iksan, Mas Gundul dan Mbak Denok yang datang dari malang datang dan menjemput kami.
Ternyata, waktu mengalahkan kami. Biasanya ketika sampai di Kinahrejo, sang raksasa Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) sudah mengepakkan sayapnya di atas kami. Namun, kali ini mereka sudah terbang jauh mencari mangsa. Di kejauhan terlihatlah Sikep Madu Asia(Pernis ptilorhynchus).
Sampailah kami di Alas Tekek, tempat dimana kami bisasa melihat sang Garuda Elang Jawa(Spizaetus bartelsii) di sarangnya. Setelah berkeliling, kami melihat sang Elja sedang duduk diam disarangnya, seperti mengerami telurnya. Secercah harapan timbul di antara kami, berharap semoga sang Elang Jawa benar-benar bertelur.
Saya, Mas Wawan dan Mas Gundul memutuskan untuk mendekati sarang tersebut, meski kami harus melewati jalan yang belum pernah ditempuh sebelumnya. Ya, berbagai rintangan kami hadapi disini, mulai dari rotan, duri, tanah yang licin serta nyamuk-nyamuk yang mulai menggigit kami. Namun demi mendapatkan foto terbaik, kami rela terjatuh dan terluka di tempat ini.
Lalu, wow!! banyak hal mengejutkan disini. Burung-burung pemalu bagaikan tidak melihat kami disini. Banyak burung yang mendekati kami, mulai dari walik Kepala Ungu, Kacamata Gunung dan Kipasan Ekor Merah yang berada pada jarak kurang dari 3 meter. Bahkan si Kacamata gunung sempat mendekati kami hingga jarak 30 cm. Namun sayang, sang Garuda enggan menampakan diri.
Kami keluar dengan hasil nihil. Si Elang telah pergi, telur tak ditemukan. Akhirnya kami hanya mengobrol di spot pengamatan sambil menunggu sang Elang kembali. Dan akhirnya.. sang Elang kembali!!! dia bertengger di sebuah phon kering di dekat sarangnya dan… wow!! itu dia jambul hitamnya! cantik sekali.
Kami memutuskan untuk turun pukul 13.00, mengingat suasana masih cerah dan terang. Tepat ketika kami meninggalkan Alas Tekek, wow! sang Elang Jawa bagaikan mengucapkan selamat tinggal, soaring di atas kami!! Sampai jumpa lagi Lambang Negara!!
Setelah itu, terdengar suara ribut khas Elang Ular Bido(Spilornis cheela). Dia terlihat di bukit seberang, soaring dengan suara ributnya. Kami berjalan perlahan menuruni bukit dengan membawa harapan yang belum menjadi nyata. Akankah sang Elang akan bertelur lagi? Bagaimana nasib anaknya kelak? itulah pertanyaan yang ada di benak kami. Semoga nyaniyan Elang Ular Bido yang kami dengar bukan tanda kekecewaan, tapi merupakan semangat bagi kami untuk menunggu sang Garuda membawa anaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: