Dua kata untuk Alas Purwo

gerbang-masuk

Dua kata untuk Alas Purwo

Oleh : Imam Taufiqqurahman (KIBC)

orny-man@yahoo.com

Selama 4 hari (21-24/03/09), saya, Aan dan Mehd berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Jawa Timur. Namun tidak seperti umumnya pengunjung yang ber-surfing ria menunggang ombak Plengkung yang mendunia, bersembahyang di Pura Luhur Giri Salaka atau berziarah di goa-goa keramat yang ada, kami datang untuk menikmati keindahan alam dan burung-burung.

Hasil penelitian Grantham yang mendaftar 227 jenis burung (ditambah 11 jenis yang belum bisa dipastikan) saat 3 tahun ia bertugas di taman nasional ini menjadi bekal utama kami. Dan sebagai pengamat burung tentu saja kami mengharap keberuntungan untuk juga bisa menjumpai sebanyak mungkin jenis burung yang ada. Keberadaan 21 jenis burung pemangsa, 11 jenis pelatuk dan 29 jenis burung pantai kiranya cukup menggambarkan sebagian kekayaan jenis burung taman nasional yang berada di Semenanjung Blambangan ini.

Kalau diminta berbagi kesan, kiranya saya punya 2 kata untuk mewakili. Pertama, frustasi. Yah, mungkin ini akibat ekspektasi saya yang berlebihan, apalagi setelah membaca daftar burung yang dikoleksi Grantham. Tidak tergambarkan sebelumnya betapa sulit menghadapi kondisi alam yang ada. Dominasi hutan yang bervegetasi rapat, dengan tajuk pepohonan yang tinggi dan gelap tak tertembus sinar matahari demikian menyulitkan saya untuk bisa melihat burung dengan leluasa. Saya harus mendongak, mengendap-endap dan banyak bersabar menunggu 1, 2 jenis burung muncul. Tidak jarang serombongan burung dari beragam jenis (mix flocked) tiba-tiba riuh berdatangan, memaksa saya untuk memilih satu sementara yang lain terlewatkan.

Meski demikian, tak berarti tak ada bonus untuk saya. Dari 60-an jenis burung yang bermurah hati menampakkan diri, 6 jenis di antaranya menjadi tambahan baru dalam daftar jenis saya pribadi. Adalah srigunting batu (Dicrurus paradiseus) dengan beragam variasi kicauan melodius dan ekor raketnya yang menjuntai, salah satu little brown job bernama pelanduk topi-hitam (Pellorneum capistratum) dan si botak bangau tongtong (Leptoptilos javanicus) untuk menyebut beberapa. Bermodal kamera dan monokuler pinjaman untuk digiscoping, sayapun dapat memerangkap beberapa jenis burung dalam bingkai foto. Meski kualitas gambar yang dihasilkan jauh di bawah Mehd yang bersenjata kamera tele, saya cukup senang bisa memotret beberapa jenis burung, seperti pelatuk ayam (Dryocopus javensis) dan serindit jawa (Loriculus pusillus). Setelah frustasi, kecewa menjadi kata kedua untuk mewakili kesan saya. Betapa tidak, saya hanya mampu tinggal selama 4 hari. Padahal mungkin butuh waktu berminggu-minggu berada di sana agar saya bisa berucap puas. Kaki rapuh sayapun hanya mampu menjelajahi sebagian kecil saja dari kawasan seluas 43. 420 hektar ini. Dari penginapan di Trianggulasi, saya hanya tahan berjalan sekitar 4-6 km setiap harinya. Jangkauan sependek itu membawa saya ke padang penggembalaan Sadengan, menyaksikan sekumpulan banteng (Bos javanicus) yang dihinggapi jalak putih (Sturnus melanopterus). Rusa timor (Cervus timorensis) dan babi hutan (Sus scrofa) seakan tak memedulikan kehadiran saya. Demikian pula sekawanan merak hijau (Pavo muticus) yang begitu dekat dari menara pengamatan tempat saya mengintip mereka.

Hanya itu kesan saya. Cukup terwakili oleh dua kata yang mungkin akan berbeda bila ditanyakan pada Aan dan Mehd, meski kami berjalan dalam trek yang sama dan melihat burung yang itu-itu juga. Atau coba tanyakan pada siapapun yang pernah berkunjung ke Alas Purwo. Mereka pasti punya pilihan katanya sendiri.

Alas Purwo (21-24/03/09), Daftar burung yang dijumpai :

1

Cikalang besar Fregata minor

2

Cangak laut Ardea sumatrana

3

Bangau tongtong Leptoptilus javanicus

4

Elanglaut perut-putih Haliaeetus leucogaste

5

Elangalap Accipiter sp

6

Elang jawa Spizaetus bartelsi

7

Alapalap capung Microhierax fringillarius

8

Ayamhutan Gallus sp

9

Merak Hijau Pavo muticus

10

Cerek jawa Charadrius javanicus

11

Trinil pantai Actitis hypoleucos

12

Daralaut Sterna sp

13

Punai Treron sp

14

Tekukur biasa Streptopelia chinensis

15

Delimukan zamrud Chalcophaps indica

16

Serindit jawa Loriculus pusillus

17

Wiwik kelabu Cacomantis merulinus

18

Kadalan birah Rhamphococcyx curvirostris

19

Cabak kota Caprimulgus affinis

20

Walet Collocalia sp

21

Walet linci Collocalia linchi

22

Kapinisjarum Hirundapus sp

23

Tepekong jambul Hemiprocne longipennis

24

Cekakak batu Lacedo pulchella

25

Cekakak sungai Halcyon chloris

26

Kirikkirik senja Merops leschenaulti

27

Kangkareng perut-putih Anthracoceros albirostris

28

Enggang cula Bucores rhinoceros

29

Takur tulung-tumpuk Megalaima javensis

30

Takur tenggeret Megalaima australis

31

Pelatuk sayap-merah Picus puniceus

32

Pelatuk besi/Pelatuk tunggir-emas Dinopium javanense/Chrysocolaptes lucidus

33

Pelatuk ayam Dryocopus javensis

34

Layanglayang asia Hirundo rustica

35

Sepah hutan Pericrocotus flammeus

36

Jinjing batu Hemipus hirundinaceus

37

Cucak kuning Pycnonotus melanicterus

38

Cucak kutilang Pycnonotus aurigaster

39

Merbah cerukcuk Pycnonotus goiavier

40

Merbah belukar Pycnonotus plumosus

41

Merbah corok-corok Pycnonotus simplex

42

Empuloh janggut Criniger bres

43

Cipoh kacat Aegithina tiphia

44

Cicadaun Chloropsis sp

45

Bentet kelabu Lanius schach

46

Pelanduk topi-hitam Pellorneum capistratum

47

Cinenen kelabu Orthotomus ruficeps

48

Sikatan bodoh Ficedula hyperythra

49

Kehicap ranting Hypothymis azurea

50

Gelatikbatu kelabu Parus major

51

Munguk beledu Sitta frontalis

52

Cabai Dicaeum sp

53

Burungmadu belukar Anthreptes singalensis

54

Pijantung gunung Arachnothera affinis

55

Bondol jawa Lonchura leucogastroides

56

Jalak putih Sturnus melanopterus

57

Kerak kerbau Acridotheres javanicus

58

Srigunting batu Dicrurus paradiseus

59

Srigunting Dicrurus sp

60

Srigunting jambul-rambut Dicrurus hottentottou

61

Kekep babi Artamus leucorynchus

62

Gagak hutan Corvus enca

5 Tanggapan to “Dua kata untuk Alas Purwo”

  1. Khaleb Says:

    Wahhhh…Pengen banget birding di Alas Purwo….
    Kapan yahhh bisa kesana bareng”???

  2. denok Says:

    memang nggak akan pernah bosan berada di alas purwo, selama apapun kita di sana, selalu saja ada cerita yang baru…

  3. Cyptoe Says:

    wah…. kalo di alas purwo tuh kgak tahan untuk ksana lagi….. bener”adventure bwt pengamat burung…… emang selalu ada cerita yang baru setiap k alaspurwo……

  4. saahmad redam sunalis Says:

    salam buat kakakku di alas namanya ALEK dr;blitar cs aku bangga trhdp dia.karena ikut melestarikan hutan yg rusak.mksh

  5. saahmad redam sunalis Says:

    salam bwt abangku di alas purwo (ALEK)dr:BLITAR.AKU bangga dengan dia cs ikut melestarikan hutan yg rusak oleh alam????MSKPN TAMPA PAMRIH sedikitpun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: