Biometri Sempur hujan sungai (Cymbirhynchus macrorhynchus )

sempur2Oleh: Arif S Nugroho (Asist. Researcher Macaca Project OF.UK, Member of Kutilang IBC)

Pambadi Guntur, begitu masyarakat Dayak menyebut burung yang mempunyai nama ilmiah Cymbirhynchus macrorhynchus ini. Warna tubuhnya cukup kontras dengan tiga warna yaitu merah tua, hitam dan putih. Sedikit garis kuning membuat burung ini berwarna mencolok. Tampangnya garang, paruhnya tebal dan kokoh berwarna biru tua dan warna kuning di paruh bagian bawah. Matanya jalang dengan iris berwarna biru. Kumis yang lebat seakan menambah kesan gagah dan sedikit kurang bersahabat. Betapa tidak, coba saja bandingkan komposisi dan penempatan warna yang cukup mencolok. Bagian kepala, punggung, tubuh bagaian atas hingga ujung ekor berwarna hitam gelap. Kemudian dari tenggorokan, dada, perut hingga sekitar cloaca berwarna merah gelap. Tetapi blok warna merah ini dipisahkan warna hitam yang menggantung seperti kalung dari leher sampai bagian bawah pelipis. Warna kaki kebiruan, tergapat garis berwarna putih pada sayap, serta garis kuning tipis pada bulu penutup sayap di daerah persendian metacarpal.

Sempur hujan sungai atau Black and Red Broadbill. Anda tidak akan kesulitan menjumpai jenis burung ini di sepanjang sungai Sekonyer, sampai Sungai Sekonyer kanan, tepatnya disekitar Pondok Ambung hingga menuju Camp Leaky, Taman Nasional Tanjung Puting. Burung ini akan beterbangan saat perahu mesin anda menyusuri sungai, menyusup diantara Pandanus dan vegetasi tepi sungai. Sepertinya burung ini memang banyak menghabiskan waktu disepanjang tepi sungai untuk berburu serangga dan bersarang diantara ranting‐ranting yang rimbun. Jarang bersuara, dan kalaupun bersuara monoton saja. Jika anda tidak dalam kebisingan, tentu anda akan dengar kepakan sayap yang terdengar berat saat burung ini terbang. Mungkin hal semacam inilah yang menyebabkan masyarakat Dayak menyebutnya sebagai Pambadi Guntur. Ada kesan segan, sangar dan kharismatik.
Secara taksonomi, Sempur hujan sungai diklasifikasikan sebagai berikut:
Phylum : Chordata
Subhyhlum : Vertebrata
Class : Aves
Ordo : Passeriformes
Family : Eurylaimidae
Genus : Cymbirhynchus
Species : Cymbirhynchus macrorhynchus

Suatu malam, tepatnya pukul 22:00, seorang penduduk lokal menghampiri kami dengan membawa seekor burung. Ruang kerja yang baru saja kami tutup, terpaksa kami buka kembali. Kondisi burung sehat. Berdasarkan keterangan, mereka dengan iseng menangkap burung itu ketika mereka bersampan. Kebetulan mereka sedang lewat. Sarangnya pendek saja, dan saat kami hampiri, burung itu diam. Ada sebutir telur didalam sarang. Kilahnya dengan bahasa Kumai yang tak begitu aku pahami. Bapak tidak akan memelihara burung ini kan?, tanyaku dengan sedikit memberikan pemahaman. Ya, kami hanya iseng saja. Tidak biasa menangkap burung juga, imbuhnya. Kemudian aku minta ijin untuk mengambil data secukupnya dan melepas burung itu kembali. Malam itu kami morfometri bersama beberapa rekan. Dan bapak penangkap burung itu sepertinya mulai memahami betapa penting untuk tidak mengusik burung. Dengan sedikit ingatan form morfometri dan peralatan seadanya, kami dapatkan data biometri Sempur hujan sungai. Dengan sedikit kurang akurasinya barangkali.
KARTU MORFOMETRI INDIVIDU
No. : 01 Tgl : 15 Juli 2009 Waktu : 21:30
No.label : – Lokasi tangkap: Pondok Ambung, TNTP Kondisi burung : sehat

Spesies Sempur hujan sungai Pj. Seluruh kepala 540 mm
Sex – Pj. Paruh 280 mm
Estimasi Umur Adult Ketebalan paruh 145 mm
Tanda lama – Pj. Tarsus maksimal 310 mm
Tanda baru – Diameter tarsus 4 mm
Pj. Sayap natural 101 mm Pj. Seluruh badan 237 mm
Pj. Syp strech 102 mm Rentang dua sayap 326 mm
Pj. Bulu ekor 106 mm Berat badan –
Skala bulu sayap 0 9 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
Kanan/Kiri 0 0 0 0 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

Pengambil data :

1. Arif 2. Lessan 3. Yusi

Total Waktu : 9 menit
Waktu release : 22.10 WIB

Kami memulai dengan mempersiapkan peralatan seperti alat tulis, penggaris, persiapan data apa saja yangakan diambil serta bagaimana cara handling burung. Kami lakukan dengan begitu sederhana. Tidak ada penandaan burung karena memang kami tidak siap untuk itu. Data berat badan tidak dapat diperoleh karenamemang tidak adanya peralatan yang memadai. Sexing juga belum dapat dilakukan. Tidak ada keteranganyang mengacu pada dimorfisme sexual. Meskipun ada keterangan bahwa burung ini berada disarang saat ditangkap dan terdapat sebutir telur, kami tidak berani mengambil kesimpulan bahwa burung tersebut berjenis kelamin betina. Beberapa jenis burung berperilaku mengerami telur secara bergantian antara jantan dan betina. Meskipun kami mencoba mengecek keberadaan broadpatch, tetapi tidak mudah menemukannya.

Kami juga mencoba untuk mengukur moulting bulu sayap sekunder. Perlu mengingat kembali scoring 0 untuk bulu rusak, 1 untuk bulu yang baru tumbuh berbentuk tonjolan, 2 untuk bulu berbentuk tonjolan hingga 1/3 bulu normal, 3 untuk bulu yang tumbuh antara 1/3 sampai 2/3 bulu normal, 4 untuk pertumbuhan bulu 2/3 sampai penuh dan 5 untuk bulu penuh dan tidak ada kerusakan. Berdasarkan perhitungan moulting bulu kanan bernilai 55 atau 5 x 5 = 25. Sedangkan moulting bulu sayap kiri adalah 510 atau 5 x 10 = 50. Total nilai moulting sebesar 75. Meskipun nilai moulting diketahui, masih cukup sulit untuk memprediksikan berapa umur burung. Perlu pemahaman yang jauh lebih dalam. Setelah pengambilan data kami rasa cukup, kami mulai mendokumentasikan seadanya. Setelah semuanya selesai, burung pemakan serangga ini kami kembalikan kehabitat aslinya. Menerobos vegetasi tepi sungai dimalam Sungai Sekonyer Kanan. Kembali mengarungi sisa keliaran Kalimantan. Dan saya yakin benar, Pamadi Guntur paham jika dibawahnya, dingin keruh air Sekonyer, puluhan Tomistoma schlegelii turut pula melengkapi ekosistem alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: