Pengamatan Bondol Oto Hitam dan Manyar 30 April 2008

white-capped20mannikin2091

Oleh : B. Setyawan

kibczone@yahoo.com

Kami bertiga sampai di Pagak pada pukul 8.30 pagi, he, kami tiba bertepatan dengan saudara pak kirman (yang punya rumah) yang mengadakan pesta pernikahan. Musik campur sari terdengar keras keluar dari speaker-speaker besar di pinggir tenda resepsi. Kami bercakap-cakap sebentar dengan istri pak kirman menitipkan mobil yang kami parkir di halaman rumahnya. Kami bertiga lalu langsung menuju tempat pengamatan didaerah persawahan pinggir pantai. Mehd membawa sebuah kamera dengan tele yang lumayan, he 400 mili ditambah konventer 2 kali. Cukup ideal untuk mendapatkan foto burung-burung. Pertama kali yang kami temui adalah Raja udang biru. Medh dengan sangat bersemangat coba memburu burung tersebut dengan kamera yang sudah siap ‘tayang’. Burung tersebut terbang dan menghilang ke dalam rimbunnya pepohonan dipinggir sawah. Agaknya medh tidak berhasil memotret burung ini. Kami juga melihat burung Layang-layang Batu bertengger di pucuk tiang bambu yang ditancapkan di pinggir pematang sawah. Lalu suara burung perenjak rawa yang tadi terus terdengar selalu hadir mengiringi langkah kami. Perenjak rawa disini sangat banyak, beberapa kali juga kami lihat penampakannya walaupun sebentar. Burung lain yang sering sekali terlihat yaitu cici padi, perenjak padi, bondol jawa, bondol haji, bondol peking, madu sriganti dan tekukur biasa. Burung-burung air juga banyak disini, bambangan kuning, bambangan merah, cangak abu, mandar besar dan mandar batu. Tempat ini sangat ‘exciting’ dan begitu mudah melihat burung-burung yang terbang maupun yang hinggap diatas padi-padi dan di tonggak-tonggak bambu. Setelah kira-kira 5 menit kami berjalan kami tiba di pantai. Banyak burung-burung cabak dan gemak yang selalu membuat kami kaget ketika mereka tiba-tiba terbang menghindari langkah kaki kami. Penyamaran mereka diantara rerumputan yang nyaris sempurna membuat medh penasaran. Di berusaha memotret dengan susah payah.kejar sana kejar sini tak juga satu fotopun didapatnya. Dia sangat senang dengan tempat ini. ‘Its beautiful place!’ katanya, sambil terus berburu menggunakan kameranya. Lalu kami mengajak medh ke tengah sawah dimana terdapat sarang-sarang manyar di pohon-pohon bogem. Tampak sarang-sarang berbentuk buah alpokat dengan burung-burung manyar yang sibuk keluar masuk sarang. Dengan bersemangat di memotret burung manyar yang di jawa sudah cukup jarang ditemui. Cuaca mulai panas karena tak terasa kami disitu sudah 3 jam-an, jadi saat itu sudah pukul setengah 12 siang. Lalu kami memutuskan untuk bergerak pulang ke basecamp, kami balik kanan melalui jalur yang sama dan tiba kembali di rerumputan tajam yang banyak gemak dan cabaknya. Ketika kami tiba ujung jembatan bambu yang kami lalui waktu berangkat, medh melihat ada segerombol Bondol oto-hitam. Kemudian dengan buru-buru dia mulai membidik burung itu. Ada sekitar 15 samapi 20 ekor, kebanyakan mereka burung yang masih muda, warna putih kepalanya belum begitu jelas dan warna ekor yang merah, lebih merah dibanding ekor bondol haji. Mungkin ada 20 jepretan kamera untuk burung ini. Burung ini endemik jawa dan keberadaannya jarang disadari karena kemiripannya dengan bondol haji. Kepala dan tengkuk berwarna putih cuma yang membedakan dengan bondol haji adalah pola warna hitam di tenggorokkannya. Bahkan burung ini belum ada fotonya di daftar foto Oriental Bird Image. Medh sangat puas dengan perjalanan hari ini dan dia bersedia untuk perjalanan-perjalanan pengamatan burung di lain kesempatan.

Medh sendiri adalah teman Oka dari swedia yang sudah lama tinggal di Indonesia dan dia berprofesi sebagai pengusaha wisata pengamatan burung di Papua, Sulawesi dan Sumatera. Dari awal kami mengenalnya dia adalah sosok yang sangat terbuka dan mau berbagi informasi apa saja tentang burung-burung. Kami banyak belajar bagaimana mengelola wisata pengamatan burung yang kami coba inisiasi di Yogya. Proyeksi kedepan kami akan coba untuk Jawa, semoga ..

Satu Tanggapan to “Pengamatan Bondol Oto Hitam dan Manyar 30 April 2008”

  1. Jakarta Birder Says:

    Cakep ya burung bondol oto…
    Belum pernah liat di jakarta..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: