Malang Walking dan Birdwatching (MWB) Alun-Alun Malang 12 April 2009

Basic RGBgelatik

Oleh : Panca Oktawirani

pancaoktawirani@yahoo.co.uk

Wah,, Kethok Puaddang (kelihatan terang/jelas)

Kalimat itu terlontar dari seorang ibu yang tertarik dengan provokasi kami untuk mengamati burung di sekitar alun-alun. Ya itu sedikit cerita dari Malang Walking dan Birdwatching yang kami lakukan pagi tadi(12 April 2009).

Malang Walking dan Birdwatching(MWB) merupakan program yang mencoba untuk mengenalkan kepada masyarakat awam tentang birdwatching. Untuk itu kami memilih pelaksanaan MWB perdana ini pada hari minggu dengan lokasi di alun-alun kota Malang.

Kami memilih tempat itu karena pada hari libur, tempat tersebut merupakan ruang terbuka hijau yang dijadikan sebagai jujugan oleh keluarga, muda-mudi, dan anak-anak untuk menghabiskan akhir pekan, dengan bermain bola, jongging, ataupun sekedar beli bakpau. Meski demikian Alun-Alun menjadi spot burung-burung yang boleh dikata cukup menarik bagi kami, ada Punai gading, Gelatik jawa dengan kelimpahan yang cukup tinggi, Cabai jawa, Kacamata, Kutilang tentunya, dan beberapa merpati .

Suasana MWB cukup ramai dan menarik perhatian masyarakat,, kami mengajak pengguna Alun-Alun untuk mengamati burung merpati, gereja dengan binokuler dan monokuler. Sejak pukul 6, kami sudah siap siaga memasang monokuler di tempat yang dirasa strategis untuk menarik perhatian. Hasilnya banyak dari bapak, ibu, dan adik-adik yang mendekat dan tentu dengan senang hati kami berbagi pengalaman, menentukan fokus, belajar bersama untuk mengindetifikasi burung. Bahkan peserta yang bernama Syarofi akhirnya mampu mengidentifikasi burung gereja dengan baik sekali,,senangnya,,

Hingga pukul 9 tadi, ada sekitar 20 orang yang menjadi peserta bidwatching. Kebanyakan peserta birdwatching dari SD dan SMP. Ada beberapa kejadian lucu diantaranya menggunakan binokuler terbalik, lebih suka menggunakan binokuler untuk mengamati mobil dan topeng monyet di sekitar alun-alun, bahkan ibu-ibu yang mengeluh setelah menggunakan binokuler, “wah mumet aku mbak”(wah, pusing aku mbak).

Tapi hari ini demikian hebat, pengamatan mengenalkan birdwatching kepada masyarakat itu gampang-gampang susah, beberapa diantaranya enggan,,kadang juga langsung menolak.

Tapi antusiasme peserta birdwatching dapat dijadikan tolak ukur jika virus birdwatching mulai menyebar dan semoga akan terus menyebar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: