Elang Jawa Masih Bertahan di Kerapatan Vegetasi Plawangan

Elja

Oleh : Setyawan

kibczone@yahoo.com

Perjalanan ke lereng timur Plawangan Merapi 24 Mei 2009 dimulai pukul 9.21 WIB dari basecamp Kinahrejo, sudah cukup siang namun cuaca yang mendung membuat suasana seperti waktu pagi hari.  Kami bertujuh melewati jalan-jalan setapak jalur para perumput warga Kinah, menyeberangi daerah hulu Kali kuning dan mendaki bukit Ganduman. Tiba di titik pengamatan pukul 10.20 WIB, beristirahat melepas lelah sambil memandangi bukit Plawangan yang menjulang di sisi barat. Tutupan awan sekitar 80%, cukup mendung namun beberapa bagian langit masih terbuka memberikan kesempatan sinar mentari menerpa dahan-dahan pepohonan.

Seekor Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhyncus), terbang di atas bukit Plawangan pukul 10.29 WIB. Sayapnya terbentang lurus dengan sedikit lekukan ke belakang pada ujung sayapnya yang terlihat runcing. Ekornya membuka maksimal membentuk seperti kipas yang dapat digerak-gerakan memutar ke kiri dan kanan. Leher dan kepala terlihat kecil dan menjulur berbentuk seperti kepala burung merpati. Cuaca yang sedikit cerah memberi kesempatan dia untuk bermain-main dengan “thermal”, yang terus membawanya ke arah utara Plawangan lalu menghilang dibalik bukit.

Kami masih asyik bermain-main dengan alam Merapi, ketika seekor elang tiba-tiba meluncur cepat dari belakang kami melewati atas kepala kami dalam jarak sekitar 3 meter. Beberapa temen-temen merespon dengan tepukan tangan dan teriakan “wooow..”. Begitu cepat peristiwa tersebut, kami hanya terpana lalu berpikir elang apakah itu? Bagian atas terlihat sepintas berwarna hitam kecoklatan, beberapa kawan sempat melihat pola warna putih dengan pola garis-garis hitam di sayap bawah. Pertemuan yang cepat (mungkin kurang dari 3 detik) dengan raptor dengan posisi pandang sempit membuat kami sulit mengidentifikasi jenisnya. Kami terus berdiskusi tentang jenis elang tersebut berdasarkan cirri-ciri yang teramati sepintas tersebut. Beberapa teman melihatnya masuk ke sebuah pohon di Plawangan. Setelah beberapa menit mencari-cari, akhirnya kami menemukan seekor Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) yang bertengger menelisik bulu-bulunya. Dia bertengger membelakangi kami, sehingga terlihat punggungnya yang berwarna coklat kehitaman dan “woow” jambulnya yang panjang dan hitam. Pola warna ekor yang coklat dan garis garis hitam jelas teramati ketika dia menelisik bulu-bulu ekornya. Lehernya terlihat lebih coklat dibanding punggungnya yang kehitaman, lalu warna hitam disekitar mata dan juga paruhnya. Pohon tenggeran tersebut berjarak sekitar 70 meter dari kami menjulang di lereng timur Plawangan. Kami mengamatinya cukup lama (8 menit) sampai akhirnya dia terbang, meluncur kearah selatan dan menghilang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: