Trip Report JBW KIBC Ngongap-Wedi ombo 1 Maret 2009

Oleh : B. Setyawan

Personil: Wawan, Batak, Seno, Arif, Mira, Sukma, Dista

Perjalanan dari Jongkang ke Pantai Ngongap di Kecamatan Girisubo Kab. Gunung Kidul, Jam 8 Pagi. Sampai di lokasi sudah cukup siang (Jam 10.30). Perjalanan lama karena terkena tambahan potongan waktu di Wonosari sekitar 1 jam untuk beristirahat sebentar sambil nonton bareng Kris John. Suasana di Pantai Ngongap kurang lebih sama dengan 5 tahun yang lalu. Karena palang jalan yang menutup sekitar 300 Meter dari bibir pantai tebing, kami berjalan kaki menuju lokasi pengamatan. Kami berada di atas sebuah tebing curam dengan ketinggian sekitar 70 Meter berbatasan langsung dengan Laut. Dari lokasi tersebut kami menyaksikan Burung Buntutsate Putih (Paethon lepturus) keluar masuk celah sebuah tebing di sebelah tenggara arah pengamatan 4 ekor. Sama seperti 5 tahun yang lalu namun, pada pengamatan kali ini kami tidak melihat Dara Laut tengkuk hitam dan Angsa Batu Coklat. Vegetasi Tebing-tebing disini cukup terbuka namun dipenuhi dengan tanaman-tanaman perdu yang padat tidak banyak pohon-pohon tinggi. Sedikit pohon-pohon Waru dan Kelapa serta pohon-pohon yang tingginya kira-kira 20 Meter. Burung terrestrial yang teramati diantaranya : Dederuk Jawa, Cekakak Sungai, Madu Sriganti, Tekukur Biasa dan Bubut Alang-alang. Batak, Sukma, Dista dan Arif mencoba menjangkau Tebing Tenggara, Mereka mengamati Bentet kelabu, Punai Gading, Walet linci, Walet Sarang Putih dan sekelebat layang-layang. Suara perenjak Coklat banyak terdengar dan mungkin juga jenis Perenjak yang lain.

Pantai Ngongap terasa Sangat Panas, kemudian kami berkemas dan menuju ke Pantai Wediombo, kami menikmati indahnya pantai dengan deburan ombak menerjang karang-karang di pinggir pantai. Mencoba mencari ikan-ikan kecil yang banyak terjebak di antara karang-karang. Di tengah-tengah suasana santai di pantai tersebut kami melihat 2 ekor Cikalang dari arah selatan. Kami bahkan menemukan seeokor ular laut yang terdampar ke pantai. Kami berkeinginan merilis ular tersebut, namun saat itu ada beberapa nelayan yang menghampiri kami. Nelayan-nelayan tersebut tampak sangat mengenal jenis ular dengan warna biru belang-belang putih tersebut. Dengan buru-buru salah satu nelayan mengambil Arit yang terselip di bajunya dan membunuh Ular itu. Ini Ular yang sangat berbahaya mas, Ular Welang! (kata salah satu dari mereka). Kami yakin sekali ular tersebut adalah ular laut dengan ekor yang berbentuk pipih seperti sirip ikan, merupakan ular paling berbisa di dunia. Ular itupun mati, kasihan juga, namun kami sudah terlambat. Sepertinya para nelayan di sana punya banyak pengalaman dengan ular ini, kalau kena gigitan, orang bisa meninggal hanya dalam hitungan menit, yah sudahlah. Lalu kami melanjutkan kegiatan pengamatan burung, kami melihat sepah kecil, Cucak Kutilang dan Madu sriganti serta Bondol Jawa. Setelah dirasa cukup kami berkemas dan pulang.

314

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: